Jakarta, 2–11 Februari 2026 — Guru klinik gigi bersama siswa SMK Dental Asisten Sekesal Jakarta melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan gigi dan mulut di tujuh sekolah tingkat pertama (SMP) di wilayah Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi pembelajaran berbasis praktik bagi para siswa.
Adapun sekolah yang menjadi lokasi kegiatan meliputi SMP Said Naum, SMP 78, SMP 66, SMP 48, SMP 273, SMP Al Irsyad, dan SMP 38. Selama kurang lebih sepuluh hari, tim dari SMK Dental Asisten Sekesal Jakarta memberikan penyuluhan langsung kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi sejak usia remaja.
Materi edukasi yang disampaikan mencakup cara menyikat gigi yang benar, pentingnya penggunaan pasta gigi berfluoride, pola makan sehat untuk mencegah gigi berlubang, serta dampak buruk kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula. Selain penyuluhan teori, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi praktik menyikat gigi yang baik dan benar, sehingga siswa dapat langsung memahami dan mempraktikkannya.
Para siswa SMK Dental Asisten Sekesal Jakarta turut berperan aktif dalam kegiatan ini, mulai dari membantu penyampaian materi, memandu praktik sikat gigi, hingga melakukan pemeriksaan sederhana kondisi kebersihan gigi peserta. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, edukasi kesehatan, serta keterampilan klinis dasar para siswa.
Antusiasme peserta di masing-masing sekolah terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan seputar masalah gigi berlubang, karang gigi, hingga cara mengatasi bau mulut. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
Melalui kegiatan ini, SMK Dental Asisten Sekesal Jakarta berharap dapat menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada para pelajar SMP, sekaligus mendukung program promotif dan preventif di bidang kesehatan gigi dan mulut. Diharapkan edukasi yang diberikan dapat berdampak jangka panjang dalam menurunkan angka masalah kesehatan gigi pada remaja.
Kegiatan ini juga memperkuat komitmen sekolah dalam mencetak tenaga asisten kesehatan gigi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian kepada masyarakat.